Breaking

Jango: Karikatur Bukan Tulisan yang Berbicara

Jango: Karikatur Bukan Tulisan yang Berbicara


 Peserta lomba karikatur mengikuti sesi pelatihan karikatur dalam rangka Denpasar Book Fair 2019.

Mendung yang menyelimuti langit dan gerimis yang turun tidak menurunkan antusias para peserta pelatihan karikatur di Denpasar Book Fair.Mereka tetap antusiasmenyimak materi-materi mengenai karikatur. Kegiatan pelatihan karikatur ini pun berjalan santai dan diselingi sesi berbincang-bincang mengenai pengalaman peserta pelatihan. Menurut kartunis Majalah Bog-bog, Kadek Jango Paramartha, karikatur itu sendiri selalu berkaitan dengan hal-hal yang bersifat kritis. “Karya seni itu perpaduan antara karya, seni, dan intelegensi. Jadi di karikatur, kita juga bisa melihat fenomena kecerdasan dari seorang kartunis,ucapnya.


 Kartunis Majalah Bog-bog, Kadek Jango Paramartha sedang memberikan materi dalam pelatihan karikatur di Denpasar Book Fair 2019, Selasa (13/8).

Jango menambahkan bahwa pelatihan karikatur ini tentunya sangat bermanfaat bagi generasi muda zaman sekarang. Menurutnya, dalam karikatur yang paling penting adalah visual dan gambar. Jadi, bukan tulisan yang berbicara, melainkan gambar yang berbicara. Selama ini, banyak yang menyalahartikan karikatur itu sehingga pakemnya menjadi abu-abu.Poin pentingnya itu agar adik-adik sekalian jadi tahu frame kartun yang benar karena selama ini sering sekali ada yang lomba (karikatur –red), tetapi hasilnya banyak kayak poster, kayak lukisan,terangnya.
Ida Ayu Putri Febriyanthi, salah satu peserta dalam pelatihan karikatur kali ini mengaku begitu antusias dapat menimba ilmu dari kartunis hebat. Menurutnya, karikatur merupakan karya seni yang unik karena ada kritik sosial.Apalagi dalam membuat karikatur harus menggunakan teknik yang tinggi. “Dalam karikatur harus ada unsur seni dan humor yang dicampur dengan kritik sosial. Bagi saya, itu susah-susah gampang untuk dilakukan. bagaimana caranya kita mengkritik orang, tetapi orang tersebut tidak tersinggung,” jelasnya.


 Jango memberikan pendapatnya mengenai karikatur saat diwawancara oleh Gatra Sisya, Selasa (13/8).
  
Dayu Putri mengatakan bahwa saat ini karikatur sedang digemari generasi muda. Banyak instansi, baik pemerintah maupun swasta yang mengadakan lomba karikatur. Menurutnya, lomba-lomba itu yang dapat membuat semakin menggeliatnya minat generasi muda dalam mempelajari karikatur. “Lomba karikatur sudah sering diadakan, baik dari dinas maupun sekolah. Sebenarnya, itu juga salah satu cara mengasah kita dalam membuat karikatur. Karikatur itu sebenarnya semakin ditekunin, semakin menyenangkan,” terangnya.
Saat ditanya harapannya mengenai perkembangan karikatur ke depan, Jango berharap semoga kedepannya semakin banyak bermunculan karikartunis hebat. Apalagi Bali yang terkenal dengan seninya, pasti banyak memiliki generasi-generasi muda yang berbakat dalam bidang menggambar. “Bali itu gudangnya orang seni. Apalagi kini kalau ditekuni di Bali, seorang kartunis yang membuat karikatur bisa dibayar mahal. Semoga banyak generasi muda bali yang mau belajar karikatur dan mengembangkannya di Bali,” harapnya.
           



Reporter: I Gusti Ayu Rani Dihantari
Fotografer: Ni Putu Dhania Putri  Dewanti

No comments:

Powered by Blogger.